Sejarah Biathlon: Dari Latihan Militer hingga Olahraga Olimpiade. Biathlon—olahraga unik yang gabungkan ski lintas alam dan menembak senapan—kini jadi salah satu cabang paling dinanti di Olimpiade Musim Dingin. Tapi asal-usulnya jauh dari glamour: biathlon lahir sebagai latihan militer untuk bertahan di musim dingin yang keras di Skandinavia. Dari patroli perbatasan Norwegia abad ke-18 hingga podium emas di Beijing 2022, perjalanan biathlon penuh transformasi: dari alat perang jadi simbol ketahanan, presisi, dan kecepatan. Kini, lebih dari 60 negara ikut serta, dengan atlet seperti Johannes Thingnes Bø dan Dorothea Wierer jadi idola dunia. Cerita biathlon adalah bukti bagaimana olahraga bisa lahir dari kebutuhan hidup, lalu jadi pesta adrenalin global. REVIEW FILM
Awal Mula: Latihan Militer di Salju Skandinavia: Sejarah Biathlon: Dari Latihan Militer hingga Olahraga Olimpiade
Biathlon dimulai di Norwegia sekitar tahun 1700-an sebagai latihan tentara untuk patroli perbatasan di musim dingin. Prajurit harus ski jauh sambil bawa senapan—tujuannya sederhana: tetap hidup dan akurat saat kelelahan. Kompetisi militer pertama tercatat tahun 1767 di perbatasan Norwegia-Swedia, di mana tentara berlomba ski 15 km sambil tembak target. Swedia, Finlandia, dan Rusia ikut adopsi konsep ini—di Rusia disebut “military patrol” dan jadi cikal bakal biathlon modern. Tahun 1912, military patrol bahkan masuk demonstrasi Olimpiade Stockholm, meski belum resmi. Pada Perang Dunia I dan II, kemampuan ski + tembak jadi kunci pasukan salju Finlandia lawan Soviet—contoh nyata betapa mematikan kombinasi ini.
Masuk Olimpiade dan Perubahan Format: Sejarah Biathlon: Dari Latihan Militer hingga Olahraga Olimpiade
Biathlon resmi debut di Olimpiade Musim Dingin 1960 di Squaw Valley, AS, dengan nomor 20 km individu putra. Awalnya hanya militer yang boleh ikut, tapi 1966 dibuka untuk sipil. Format terus berevolusi:
- 1968: tambah relay 4×7,5 km.
- 1980: sprint 10 km.
- 1992: perempuan resmi masuk di Albertville.
- 2002: pursuit dan mass start.
- 2006: mixed relay.
- 2022: mixed relay jadi 4×6 km. Senapan juga berubah drastis: dari kaliber besar (awalnya 7,62 mm) jadi .22 Long Rifle sejak 1978—lebih ringan, lebih aman, dan akurasi lebih tinggi. Jarak tembak tetap 50 m, tapi target mengecil dari 25 cm (prone) dan 45 cm (standing) jadi 4,5 cm dan 11,5 cm—bikin setiap tembakan jadi drama.
Era Modern: Teknologi dan Dominasi Negara
Sekarang biathlon pakai ski skating (bukan classic), sepatu lebih ringan, dan senapan dengan stock karbon—bikin waktu lari turun drastis. Norwegia, Jerman, Prancis, dan Swedia kuasai peta medali sejak 1960—Norwegia saja punya 52 medali emas hingga Beijing 2022. Tapi kejutan muncul: Italia, Belarusia, hingga China mulai naik podium. Atlet legendaris seperti Ole Einar Bjørndalen (13 emas) dan Martin Fourcade (7 emas) jadi ikon, sementara generasi baru seperti Johannes Thingnes Bø dan Sturla Holm Lægreid lanjutkan dominasi Norwegia. Perempuan juga cetak sejarah: Anastasiya Kuzmina (Slovakia) 3 emas, dan Dorothea Wierer (Italia) jadi ratu sprint.
Kesimpulan
Dari patroli salju tentara Norwegia abad ke-18 hingga podium emas di Olimpiade 2026 nanti, biathlon adalah bukti hidup bagaimana latihan militer bisa jadi olahraga paling intens di dunia. Kombinasi kecepatan, ketahanan, dan presisi di bawah tekanan jantung 180 bpm tetap bikin penonton terpaku. Biathlon bukan cuma ski dan tembak—ia adalah cerita evolusi manusia melawan dingin, lelah, dan diri sendiri. Dan di era modern, olahraga ini terus tumbuh: lebih banyak negara, lebih banyak penonton, dan lebih banyak mimpi. Biathlon lahir dari salju dan perang, tapi kini hidup di hati jutaan orang sebagai simbol ketangguhan sejati.

