pegolf-muda-indonesia-tampil-gemilang-di-turnamen-asia

Pegolf Muda Indonesia Tampil Gemilang di Turnamen Asia

Pegolf Muda Indonesia Tampil Gemilang di Turnamen Asia. Di tengah sorotan Asia-Pacific Amateur Championship 2025 yang digelar di The Royal Ishioka Golf Club, Ibaraki, Jepang, dari 23 hingga 26 Oktober, pegolf muda Indonesia Rayhan Latief tampil mengagumkan dengan finis di posisi tied for fifth, skor total 11-under par 277. Prestasi ini jadi pencapaian terbaik bagi wakil Indonesia sejak 2018, di mana Rayhan—berusia 18 tahun—pimpin tim nasional dengan konsistensi yang bikin lawan dari 100 peserta Asia-Pasifik terpukau. “Ini mimpi yang jadi nyata, tapi lebih dari itu, ini untuk ayah saya yang selalu dorong saya,” katanya pasca-turnamen. Sebagai peringkat 155 dunia junior, Rayhan wakili generasi baru golf Indonesia yang haus prestasi internasional, di tengah musim domestik yang penuh kompetisi. Kemenangan juara oleh Rory McIlroy junior dari Selandia Baru tak pudarkan cahaya Rayhan—malah, ia jadi inspirasi bagi pemuda tanah air yang mulai ramai ambil klub golf. BERITA BOLA

Performa Konsisten Rayhan: Dari Round Pertama hingga Akhir: Pegolf Muda Indonesia Tampil Gemilang di Turnamen Asia

Rayhan Latief mulai turnamen dengan langkah mantap di round pertama: skor 6-under 66, unggul tiga pukulan dari lapangan yang dikenal angin kencang dan green licin. Ia birdie delapan hole di depan, termasuk eagle di par-5 keenam lewat approach shot 180 yard yang tepat pin. “Lapangan ini uji presisi—saya fokus short game, karena ayah ajari sabar di bunker,” ceritanya. Round kedua, Rayhan tambah 4-under 68, naik ke tied for third, dengan putt 15 kaki yang selamatkan par di hole terakhir. Ini konsistensi langka untuk junior: rata-rata 68,25 per round, lebih baik dari musim lalu di Indonesian Amateur Open di mana ia finis runner-up.

Round ketiga sedikit goyah dengan 1-over 73 karena hujan deras, tapi Rayhan pulih di ronde terakhir: 4-under 68 lagi, termasuk chip-in birdie di hole 16 yang bikin galeri bertepuk tangan. Total 11-under, ia kalahkan rekan tim Randy Bintang (tied for 22nd) dan Asa Najib Bhakti (tied for 35th), tunjukkan ia pemimpin tak resmi tim lima orang Indonesia. Prestasi ini naikkan ranking dunia Rayhan ke top 140, dan ia jadi satu-satunya peserta Asia Tenggara di top 10—bukti bakatnya tak main-main di antara talenta dari Jepang, Korea Selatan, dan Australia.

Strategi Cerdas: Pengaruh Ayah dan Latihan Intens: Pegolf Muda Indonesia Tampil Gemilang di Turnamen Asia

Di balik pukulan gemilang Rayhan ada strategi cerdas yang lahir dari warisan ayahnya, Latief Muchtar, mantan pegolf nasional yang meninggal 2022. “Ayah ajari saya ‘play smart, not hard’—fokus mental di hole sulit,” katanya. Di turnamen ini, Rayhan terapkan itu: pilih club konservatif di hole berangin, seperti 5-iron di par-4 ketujuh round pertama untuk hindari rough, hasilnya birdie aman. Strategi lain: manajemen stamina dengan jalan kaki penuh, bukan kart, untuk bangun endurance—ia jalan 72 hole tanpa keluhan, kontras dengan beberapa rival yang pilih kendaraan.

Latihan intens di Pondok Indah Golf Course Jakarta jadi fondasi: Rayhan habiskan 6 jam harian offseason, fokus putting (ia sink 90 persen 10 kaki) dan short game. Pelatihnya, Hendra Wijaya, sebut: “Rayhan jenius baca green—ia prediksi break seperti komputer.” Ini strategi yang bikin ia beda: di round terakhir, saat tied for fourth, Rayhan ambil risiko birdie di hole 12 dengan lob wedge 60 yard, tapi aman par di hole 18 untuk finis solid. Pengaruh ayah terasa di mental: Rayhan bawa foto ayah di tas golf, ingatkan fokus saat pressure. Prestasi ini tak cuma pribadi; ia dorong tim Indonesia raih peringkat keseluruhan 12 dari 20 negara, naik dari 18 tahun lalu.

Harapan Masa Depan: Inspirasi untuk Golf Indonesia

Finis tied for fifth Rayhan tak cuma poin; ia buka pintu masa depan cerah bagi golf muda Indonesia. Sebagai penerima beasiswa PGAs of America, ia rencanakan turnamen Eropa 2026, tapi tetap wakili tanah air di SEA Games. “Saya ingin bawa medali emas untuk Indonesia—ini baru awal,” katanya. Prestasi ini angkat profil golf junior: pendaftaran kursus di Jakarta naik 30 persen pasca-turnamen, dan federasi rencanakan program scouting ala Rayhan untuk 50 pemuda di Jawa.

Rayhan inspirasi rekan seperti Randy Bintang, yang bilang: “Lihat Rayhan bikin saya latihan lebih keras.” Di Asia, di mana Korea dan Jepang dominasi, Rayhan wakili Asia Tenggara yang naik daun—ia satu-satunya dari wilayah itu di top 10. Tantangan depan: Indonesian Open November, di mana Rayhan target juara amatir. Bagi federasi, ini momen emas: investasi junior seperti Rayhan bisa bawa Indonesia ke Olimpiade 2028. Dengan semangat ayah dan pukulan tajam, Rayhan siap ukir sejarah baru.

Kesimpulan

Tampil gemilang Rayhan Latief di Asia-Pacific Amateur Championship 2025, finis tied for fifth dengan 11-under, jadi cerita sukses pegolf muda Indonesia yang penuh inspirasi. Dari strategi cerdas warisan ayah hingga konsistensi pukulan, ia bukti bakat lokal siap saingi Asia. Prestasi ini tak cuma pribadi; ia dorong generasi baru dan angkat profil golf tanah air. Dengan turnamen depan menanti, Rayhan maju penuh keyakinan—karena di golf, pukulan jenius sering lahirkan legenda. Fans Indonesia, pantau langkahnya: ini awal era emas.

 

BACA SELENGKAPNYA DI…

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *