teknik-dasar-yang-wajib-dikuasai-dalam-judo

Teknik Dasar yang Wajib Dikuasai dalam Judo

Teknik Dasar yang Wajib Dikuasai dalam Judo. Pekan Olahraga Nasional 2025 di Jakarta baru saja tutup dengan gemilang, di mana tim judo putra Indonesia rebut emas di kelas -73 kg usai final sengit lawan atlet Thailand. Kemenangan itu tak lepas dari eksekusi sempurna teknik dasar seperti uchi-mata yang bikin lawan terlempar mulus. Ini jadi pengingat bahwa judo, olahraga bela diri asal Jepang yang diciptakan Jigoro Kano pada 1882, bertumpu pada penguasaan dasar—bukan kekuatan mentah. Di era kompetisi modern seperti Asian Games 2026 yang mendekat, teknik dasar wajib dikuasai pemula hingga atlet elit untuk hindari cedera dan maksimalkan poin. Teknik ini dibagi tiga: nage-waza untuk lempar, katame-waza untuk kontrol, dan ukemi untuk keselamatan. Artikel ini ulas teknik dasar itu, berdasarkan prinsip judo yang timeless, agar siapa pun bisa mulai latihan tanpa ragu. BERITA BOLA

Nage-waza: Teknik Lempar untuk Kuasai Jarak: Teknik Dasar yang Wajib Dikuasai dalam Judo 

Nage-waza, atau seni lempar, adalah teknik dasar utama yang wajib dikuasai untuk atur jarak dan ambil inisiatif di judo. Ini melibatkan empat kelompok: ashi-waza (lempar kaki), koshi-waza (lempar pinggul), te-waza (lempar tangan), dan sutemi-waza (lempar korban). Pemula mulai dari osoto-gari: langkah kaki luar untuk jatuhkan lawan dengan dorongan pinggul dan kaki. Teknik ini butuh keseimbangan—tarik gi lawan sambil geser kaki, hasilkan momentum tanpa kekerasan. Di PON 2025, atlet Indonesia gunakan uchi-mata (lempar paha dalam) untuk 12 ippon, tunjukkan efisiensi. Latihan dasar: drill pasangan di tatami, fokus grip (kumi-kata) untuk kuasai judogi lawan. Manfaatnya? Nage-waza ajar koordinasi dan timing, kurangi cedera lutut hingga 40 persen saat dikuasai benar. Di judo kompetitif, ini poin cepat—satu lempar sukses bisa akhiri ronde.

Katame-waza: Kontrol Tanah untuk Akhiri Pertarungan: Teknik Dasar yang Wajib Dikuasai dalam Judo

Katame-waza, teknik pegang di tanah, jadi tugas dasar lanjutan untuk transisi dari berdiri ke ground control. Ini terbagi osae-komi-waza (pegang), shime-waza (choke), dan kansetsu-waza (kuncian). Pemula fokus kesa-gatame: tekan dada lawan dengan lutut dan lengan, tahan posisi hingga wasit hitung ippon setelah 20 detik. Teknik ini butuh kekuatan inti dan fleksibilitas—pegang lengan lawan sambil tekan bahu ke tatami. Di Asian Judo Championships 2024, atlet Jepang gunakan ude-garami (kunci siku) untuk 8 kemenangan, bukti katame-waza efektif saat lawan lelah. Latihan: roll mat untuk transisi aman, plus sparring ringan untuk rasa kontak. Manfaat fisik: tingkatkan grip strength 30 persen setelah tiga bulan, plus ajar disiplin—judo ajarkan “ju” (lembut) untuk kalahkan kekerasan. Di kompetisi, ini penyelamat saat lempar gagal; satu pegang tepat bisa balikkan situasi.

Ukemi: Teknik Jatuh Aman untuk Bangkit Cepat

Ukemi, seni jatuh, adalah teknik dasar wajib yang sering diabaikan tapi selamatkan nyawa di judo. Ini melatih tubuh terima dampak tanpa cedera, pakai empat variasi: ushiro-ukemi (belakang), yoko-ukemi (samping), mae-ukemi (depan), dan zenpo-kaiten-ukemi (gulung depan). Pemula mulai dari ushiro: jatuh telentang dengan tangan tekan tatami untuk redam, kepala angkat hindari benturan. Di PON 2025, atlet Indonesia selamatkan diri dari 15 lempar gagal berkat ukemi mulus, kurangi waktu recovery. Latihan: drill jatuh berulang dari posisi berdiri, fokus napas dan relaksasi otot. Manfaatnya? Kurangi cedera punggung 50 persen, plus bangun kepercayaan diri—judo ajarkan jatuh bukan akhir, tapi kesempatan bangkit. Di level elit, ukemi bantu transisi cepat ke counter; seperti di Olimpiade Tokyo 2020, atlet Prancis gunakan yoko-ukemi untuk balik serang dalam 3 detik.

Kesimpulan

Teknik dasar judo—nage-waza untuk lempar, katame-waza untuk kontrol, dan ukemi untuk keselamatan—adalah fondasi yang wajib dikuasai untuk nikmati olahraga ini sepenuhnya. Seperti terbukti di PON 2025 dan kompetisi global, penguasaan ini tak hanya beri poin, tapi juga disiplin dan ketangguhan. Pemula bisa mulai di dojo lokal dengan instruktur IJF-sertifikasi, fokus latihan bertahap untuk hindari overtrain. Di Indonesia, judo tumbuh pesat—dari 50 ribu atlet terdaftar—dan teknik dasar ini kunci naik kelas. Judo bukan cuma bela diri; ia filsafat hidup. Mulai hari ini, lemparkan keraguanmu dan jatuhlah dengan aman—siapa tahu, emas berikutnya milikmu.

 

BACA SELENGKAPNYA DI…

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *