mengenal-aturan-dasar-dan-teknik-bermain-kriket

Mengenal Aturan Dasar dan Teknik Bermain Kriket

Mengenal Aturan Dasar dan Teknik Bermain Kriket. Saat Women’s Cricket World Cup 2025 memasuki fase krusial pekan ini, dengan India berjuang kualifikasi semifinal lawan New Zealand pada 22 Oktober, kriket sekali lagi tunjukkan pesonanya sebagai olahraga strategi dan ketangguhan. Di laga itu, satu run krusial atau bowling tepat bisa tentukan nasib tim—seperti yang terlihat saat Smriti Mandhana cetak half-century untuk India kemarin. Kriket, olahraga bat-and-ball asal Inggris abad ke-16, dimainkan dua tim masing-masing 11 pemain di lapangan oval dengan pitch panjang 20 meter. Objective sederhana: tim batting kumpul runs sebanyak mungkin, tim bowling cegah dengan ambil wicket. Tapi di balik itu, aturan dasar dan tekniknya penuh nuansa, bikin setiap laga jadi cerita epik. Di era T20 yang cepat, kriket tak lagi rumit bagi pemula—cukup pahami dasar, dan Anda siap ikut sorak. Mari kenal lebih dekat, dari aturan inti hingga teknik yang bikin pemain seperti Mandhana jadi bintang. BERITA TOGEL

Aturan Dasar: Dari Pitch hingga Innings: Mengenal Aturan Dasar dan Teknik Bermain Kriket

Kriket dimulai di pitch—lapangan rumput panjang 22 yard (20 meter) dengan dua wicket di ujung, masing-masing tiga kayu vertikal (stumps) ditopang dua potongan kayu kecil (bails). Dua batsman berdiri di masing-masing ujung, hadapi bowler yang lempar bola dari ujung satunya. Bola harus bounce sekali sebelum capai batsman, dan tujuannya: bowler ambil wicket (out) dengan hit stumps, catch, atau run out. Satu innings bisa Test (hingga 5 hari, tak terbatas overs), ODI (50 overs per tim), atau T20 (20 overs)—seperti World Cup 2025 yang pakai ODI. Tim batting skor runs dengan hit bola dan lari antar wicket; satu lari = satu run. Jika batsman hit boundary (4 atau 6 runs otomatis), skor langsung naik. Innings selesai saat 10 wicket jatuh atau overs habis. Umpire dua orang (satu di lapangan, satu di pinggir) pantau fair play, pakai teknologi seperti DRS untuk review keputusan. Di laga India kemarin, DRS selamatkan Mandhana dari LBW kontroversial—bukti aturan adaptif dengan tech. Dasar ini bikin kriket adil: tim bowling ganti bowler setiap over (6 lemparan), rotasi fielder, dan captain tentukan strategi.

Teknik Batting: Seni Hit dan Bertahan: Mengenal Aturan Dasar dan Teknik Bermain Kriket

Batting adalah jantung kriket—teknik dasar mulai dari stance: batsman berdiri tegak, bat miring ke belakang, siap hadapi bola variatif seperti fast bowler (140 km/jam) atau spinner (putar bola). Teknik inti: defensive shot untuk blok bola aman, atau aggressive drive untuk hit lurus. Di World Cup 2025, Mandhana tunjukkan cover drive elegan—bat miring ke samping, hit bola ke off-side untuk 4 runs. Untuk spin, batsman pakai forward defense: maju kaki depan, blok bola dekat tubuh. Lari runs butuh insting: batsman komunikasi “yes/no” cepat, hindari run out di mana fielder lempar bola ke stumps saat lari. Teknik sweep shot populer lawan spinner, sapu bola ke leg-side untuk boundary. Pemula sering mulai dengan straight drive sederhana—hit lurus ke bowler. Di laga kemarin, Deepti Sharma pakai sweep untuk 20 runs krusial, bantu India capai 250. Latihan dasar: shadow batting tanpa bola untuk poles stance, lalu net practice untuk hadapi bowler nyata. Teknik ini tak cuma skill; ia adaptasi—batsman baca panjang bola, putar, dan kecepatan untuk pilih shot tepat.

Teknik Bowling dan Fielding: Serangan Balik yang Tak Terduga

Bowling adalah seni lempar: bowler pegang bola dengan jari telunjuk dan jempol, lempar over-arm (dari atas) tanpa bend siku lebih 15 derajat—umpire pantau no-ball. Teknik dasar: fast bowling dengan run-up 15 langkah, lempar lurus untuk bounce tinggi; spin bowling putar bola untuk deviasi setelah bounce. Di ODI seperti World Cup, bowler seperti Amelia Kerr dari New Zealand pakai off-spin untuk trap batsman di leg-before-wicket (LBW)—bola hit pad atau bat sebelum stumps. Yorker (bola rendah ke kaki batsman) mematikan untuk ambil wicket akhir innings. Fielding lengkapi: fielder posisi strategis seperti slip (dekat batsman) untuk catch edge, atau mid-on untuk stop drive. Teknik catch: tangan cangkir untuk bola tinggi, two-handed untuk grounder. Di laga India-New Zealand, fielder Jess Kerr ambil catch spektakuler di boundary, selamatkan 6 runs. Latihan: throwing drill untuk akurasi, dan slip catching untuk refleks. Teknik ini krusial: satu yorker baik bisa ubah momentum, seperti yang lakukan Kerr untuk 3 wicket kemarin.

Kesimpulan

Mengenal aturan dasar dan teknik kriket buka pintu ke olahraga yang penuh strategi dan kejutan, seperti terlihat di Women’s World Cup 2025 di mana India hampir amankan semifinal berkat batting Mandhana dan bowling Kerr. Dari pitch dan innings hingga batting drive serta bowling spin, kriket ajar kesabaran dan adaptasi—satu shot tepat bisa tentukan laga. Bagi pemula, mulai dengan T20 untuk pahami cepat, lalu eksplor ODI untuk kedalaman. Di era global, kriket tak lagi milik Inggris; ia milik dunia, termasuk India yang dominasi turnamen ini. Coba main, dan rasakan sendiri: kriket bukan permainan, ia gairah yang tak lekang waktu.

 

BACA SELENGKAPNYA DI..

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *