mengenal-wheelchair-rugby-olahraga-kursi-roda-ekstrem

Mengenal Wheelchair Rugby, Olahraga Kursi Roda Ekstrem

Mengenal Wheelchair Rugby, Olahraga Kursi Roda Ekstrem. Wheelchair rugby, yang sering dijuluki “murderball” karena sifatnya yang penuh kontak dan ekstrem, merupakan olahraga tim untuk atlet dengan disabilitas berat, terutama yang memengaruhi setidaknya tiga anggota tubuh. Olahraga ini diciptakan di Kanada pada 1977 oleh sekelompok atlet quadriplegia yang mencari alternatif dari wheelchair basketball, agar mereka bisa berperan aktif baik menyerang maupun bertahan. Kini, wheelchair rugby menjadi salah satu cabang Paralimpiade paling populer, dengan debut sebagai olahraga demonstrasi di Atlanta 1996 dan medali penuh sejak Sydney 2000. Permainan ini menggabungkan elemen rugby, basketball, handball, dan ice hockey, dimainkan di lapangan indoor dengan kursi roda khusus yang dirancang untuk tabrakan keras. Saat ini, olahraga ini berkembang di lebih dari 40 negara, menarik perhatian karena intensitasnya yang tinggi dan semangat atlet yang tak kenal menyerah. BERITA BASKET

Sejarah dan Perkembangan: Mengenal Wheelchair Rugby, Olahraga Kursi Roda Ekstrem

Wheelchair rugby lahir dari keinginan atlet dengan tetraplegia untuk memiliki olahraga yang inklusif. Awalnya disebut murderball karena sifat agresifnya, nama resmi diubah menjadi wheelchair rugby pada akhir 1980-an saat menyebar ke luar Amerika Utara. Pada 1990-an, olahraga ini cepat berkembang, dengan turnamen internasional pertama dan pengakuan resmi oleh Komite Paralimpiade Internasional pada 1994. Kejuaraan Dunia pertama digelar di Swiss pada 1995, diikuti debut Paralimpiade sebagai demonstrasi di 1996.

Sejak menjadi cabang medali penuh di Sydney 2000, wheelchair rugby terus menarik penonton, bahkan menjadi tiket terlaris di London 2012. Kini, ada variasi seperti wheelchair rugby 5s yang lebih inklusif untuk atlet dengan fungsi lebih tinggi. Prestasi terbaru termasuk Jepang yang merebut emas pertama di Paris 2024, serta pertumbuhan di negara seperti Inggris dan Australia yang mendominasi ranking dunia.

Aturan Permainan dan Klasifikasi: Mengenal Wheelchair Rugby, Olahraga Kursi Roda Ekstrem

Permainan berlangsung di lapangan basket standar, dengan dua tim masing-masing empat pemain di lapangan dari total 12 anggota tim. Tujuannya membawa bola voli melintasi garis gol lawan sambil menjaga penguasaan. Pemain harus mendribble atau passing setiap 10 detik, dan kontak antar kursi roda diperbolehkan bahkan menjadi strategi utama untuk blok atau tackle.

Klasifikasi atlet berdasarkan fungsi tubuh, dari 0.5 (keterbatasan paling berat) hingga 3.5 (fungsi tertinggi). Total poin empat pemain di lapangan tidak boleh melebihi 8.0, dengan tambahan 0.5 jika ada atlet perempuan untuk dorong inklusivitas. Atlet biasanya memiliki cedera tulang belakang, amputasi, atau kondisi neurologis seperti cerebral palsy. Kursi roda khusus dilengkapi bumper depan, wing protector, dan anti-tip untuk keamanan saat tabrakan keras. Pertandingan dibagi empat kuarter masing-masing 8 menit, membuatnya cepat dan penuh aksi.

Peralatan dan Intensitas Ekstrem

Kursi roda menjadi “senjata” utama dalam wheelchair rugby, dirancang khusus dengan material ringan tapi kuat untuk kecepatan dan daya tahan tabrak. Ada tipe ofensif untuk kecepatan dan defensif untuk blok kuat. Bola mirip voli, mudah digenggam meski fungsi tangan terbatas.

Intensitas ekstrem datang dari kontak fisik penuh, di mana tabrakan bisa membuat kursi terbalik atau rusak, tapi aturan ketat melarang serangan dari belakang untuk cegah cedera serius. Olahraga ini menuntut kekuatan, strategi, dan ketangguhan mental, membuatnya disebut murderball. Atlet sering tape tangan atau pakai sarung tangan untuk grip lebih baik saat mendorong kursi atau pegang bola.

Kesimpulan

Wheelchair rugby membuktikan bahwa disabilitas bukan penghalang untuk olahraga kompetitif dan ekstrem. Dari awal sebagai murderball hingga menjadi bintang Paralimpiade, olahraga ini menginspirasi jutaan orang dengan semangat pantang menyerah atletnya. Dengan pertumbuhan global dan prestasi seperti emas Jepang di 2024, wheelchair rugby terus menarik generasi baru. Ini bukan hanya kompetisi, tapi bukti kekuatan manusia menghadapi keterbatasan, membawa pesan inklusi dan ketangguhan ke seluruh dunia. Bagi yang penasaran, olahraga ini layak ditonton untuk merasakan adrenalin kursi roda yang tak tertandingi.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *