latihan-kekuatan-khusus-atlet-paralympic-berkursi-roda

Latihan Kekuatan Khusus Atlet Paralympic Berkursi Roda

Latihan Kekuatan Khusus Atlet Paralympic Berkursi Roda. Atlet Paralympic berkursi roda menghadapi tantangan khusus dalam latihan kekuatan, karena ketergantungan pada tubuh bagian atas untuk mobilitas sehari-hari maupun kompetisi. Program latihan difokuskan pada peningkatan kekuatan otot atas tubuh, stabilitas bahu, serta daya dorong yang efisien. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan performa di cabang seperti wheelchair basketball, rugby, atau racing, tapi juga mencegah cedera overuse yang umum terjadi pada bahu dan lengan. Latihan kekuatan menjadi elemen krusial untuk membangun power, endurance, dan keseimbangan, dengan penyesuaian individual sesuai jenis impairment. BERITA BOLA

Prinsip Dasar Latihan Kekuatan: Latihan Kekuatan Khusus Atlet Paralympic Berkursi Roda

Latihan kekuatan untuk atlet berkursi roda mengedepankan pendekatan n=1, di mana setiap program disesuaikan dengan impairment spesifik seperti spinal cord injury atau amputasi. Fokus utama adalah upper body, termasuk otot bahu, dada, punggung, dan lengan untuk mendukung propulsion kursi roda. Heavy resistance training, seperti 8-12 repetisi dengan beban tinggi sebanyak 5 set, terbukti efektif meningkatkan strength dan power. Periodisasi penting: fase build-up dengan volume tinggi, diikuti tapering untuk recovery. Selain itu, latihan antagonistic dilakukan untuk menjaga kesehatan bahu, karena otot anterior sering overdominant akibat pushing berulang.

Jenis Latihan Spesifik: Latihan Kekuatan Khusus Atlet Paralympic Berkursi Roda

Beberapa latihan umum meliputi bench press untuk kekuatan dada dan triceps, shoulder press untuk deltoid, serta rowing atau pull-down untuk otot punggung. Triceps dips dan push-ups (disesuaikan dari kursi roda) membangun daya dorong eksplosif. Resistance bands sering digunakan untuk bicep curls, external rotations, serta latihan postural. Untuk core stability, plank atau seated twists membantu mempertahankan posisi duduk stabil selama kompetisi. High-intensity interval dengan ergometer lengan atau simulator propulsion menambah elemen sport-specific. Latihan ini biasanya dilakukan 2-3 kali seminggu, dikombinasikan dengan teknik pushing untuk transfer langsung ke performa lapangan.

Pencegahan Cedera dan Manfaat Jangka Panjang

Cedera bahu menjadi risiko tertinggi karena beban harian pada upper limbs. Latihan kekuatan membantu memperkuat rotator cuff, scapular muscles, serta posterior shoulder untuk keseimbangan otot. Monitoring ketat melalui heart rate dan perceived exertion mencegah overtraining. Manfaatnya meluas: meningkatkan VO2 peak, mengurangi kelelahan dini, serta memperbaiki fungsi sehari-hari seperti mobilitas independen. Banyak atlet mengalami peningkatan signifikan dalam sprint speed dan endurance setelah program terstruktur, sekaligus mengurangi ketergantungan pada kursi roda untuk aktivitas non-olahraga.

Kesimpulan

Latihan kekuatan khusus bagi atlet Paralympic berkursi roda membuktikan bahwa adaptasi individual dan spesifik bisa menghasilkan performa elite. Dengan fokus pada upper body, pencegahan cedera, serta integrasi sport-specific, atlet tidak hanya bersaing di level tertinggi tapi juga meningkatkan kualitas hidup. Program ini menginspirasi bahwa batasan fisik bisa diatasi melalui latihan konsisten dan cerdas. Harapannya, semakin banyak atlet disabilitas mengadopsi pendekatan ini untuk meraih prestasi dan ketangguhan jangka panjang.

BACA SELENGKAPNYA DI….

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *