Mengapa Cristiano Ronaldo Tidak Ingin Bermain di India ? Dunia sepak bola Asia diramaikan oleh kekecewaan besar di kalangan fans India. Cristiano Ronaldo, ikon Portugal yang masih on fire di usia 40 tahun, memilih absen dari laga Al-Nassr kontra FC Goa di AFC Champions League Two pada 22 Oktober 2025. Stadion Fatorda di Goa, yang sudah penuh sesak antisipasi, akhirnya menyaksikan kemenangan 2-1 bagi Al-Nassr tanpa kehadiran sang kapten. Kabar ini memicu spekulasi luas: Apakah CR7 benar-benar enggan bermain di India? Bukan isu pribadi, tapi campuran strategi klub, kontrak khusus, dan prioritas karir yang membuatnya skip perjalanan panjang ini. Di tengah euforia Indian Super League (ISL) yang terus berkembang, absennya Ronaldo jadi pengingat betapa rumitnya mengelola bintang global di panggung regional. Fans India, yang punya basis penggemar terbesar kedua Ronaldo setelah Spanyol, merasa ditinggalkan. Tapi di balik itu, ada cerita tentang manajemen usia dan ambisi World Cup 2026 yang lebih besar.
Siapa Itu Cristiano Ronaldo?
Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro bukan sekadar pemain; ia legenda hidup yang mendefinisikan era sepak bola modern. Lahir 5 Februari 1985 di Madeira, Portugal, dari keluarga sederhana, Ronaldo tumbuh di Sporting CP sebelum melejit di Manchester United pada 2003. Di sana, ia raih Ballon d’Or pertama (2008) dan jadi ikon Premier League dengan kecepatan, skill dribel, dan gol-gol akrobatiknya. Kariernya penuh trofi: Lima Ballon d’Or, lima Liga Champions UEFA, tiga Premier League, dua La Liga, dan satu Serie A. Total, ia cetak lebih dari 900 gol klub dan internasional, rekor dunia.
Pindah ke Real Madrid (2009-2018), Ronaldo jadi mesin gol dengan 450 tembakan tepat sasaran, termasuk hat-trick legendaris lawan Atletico di final UCL 2014. Ia pimpin Portugal juara Euro 2016 dan Nations League 2019, meski absen cedera di final Euro. Kembali ke United (2021-2022), lalu Juventus (2018-2021), Ronaldo selalu adaptasi—dari winger lincah jadi finisher haus gol. Kini di Al-Nassr sejak 2023, ia sumbang 70+ gol di Saudi Pro League, sambil pecahkan rekor internasional. Di usia 40, Ronaldo tetap obsesi dengan fitness: Diet ketat, gym harian, dan krioterapi. Kontraknya senilai €200 juta per tahun tak cuma uang, tapi visi bangun sepak bola Arab Saudi. Fansnya global, termasuk India dengan jutaan jersey terjual, tapi Ronaldo selalu pilih tantangan elite—bukan sekadar kunjungan santai.
Alasan Strategis: Manajemen Beban Cristiano Ronaldo dan Kontrak Khusus
Absen Ronaldo dari India bukan kebetulan, melainkan keputusan matang dari Al-Nassr. berita olahraga Pelatih Jorge Jesus tegas bilang: “Kami istirahatkan dia untuk laga luar negeri, biar tetap fresh buat pertandingan penting di Riyadh.” Di usia 40, Ronaldo main 50+ laga per musim—termasuk kualifikasi World Cup 2026, target keenamnya. Al-Nassr top Grup D ACL Two dengan dua kemenangan tanpa Ronaldo, jadi absennya aman. Tapi akarnya lebih dalam: Kontrak Ronaldo punya klausul spesial yang izinkan ia pilih laga away di luar Saudi. Klausul ini lahir dari pengalaman buruk di Iran 2023-24, di mana logistik ribet dan keamanan jadi isu. India, meski ramah, punya perjalanan jauh (8+ jam penerbangan) plus iklim lembab yang bisa ganggu recovery.
Fans Goa sudah siapkan pengamanan ketat—Anti-Terrorist Squad, CCTV, dan ribuan polisi—tapi Ronaldo tetap skip. Ini pola: Ia absen dua laga ACL Two sebelumnya (vs Istiqlol dan Al-Zawraa), fokus domestik di mana Al-Nassr tak terkalahkan (15 poin dari lima laga). Strategi ini mirip era akhirnya di United: Prioritaskan efisiensi, hindari kelelahan. Ronaldo sendiri bilang di wawancara: “Saya main 90% laga, tapi rekan tim capek dua hari setelahnya—saya enggak.” Bagi India, ini pukulan—CM Goa Pramod Sawant sebut kunjungan Ronaldo bakal “sejarah besar” buat ISL. Tapi Al-Nassr tolak permintaan FC Goa berulang kali, pilih jaga aset utama mereka.
Dampak bagi Sepak Bola India dan Masa Depan Cristiano Ronaldo
Keputusan ini soroti tantangan sepak bola India: ISL tumbuh pesat dengan bintang seperti Hugo Boumous dan Manolo Marquez, tapi masih di tier kedua Asia. Undian Grup D ACL Two bawa Al-Nassr ke Goa, janjikan eksposur global—tapi tanpa Ronaldo, tiket sold out tetap jadi kemenangan moral. FC Goa kalah 2-1, tapi performa solid lawan skuad Saudi bikin bangga. Absen CR7 ingatkan: India butuh infrastruktur lebih baik—turf berkualitas, travel mudah—buat tarik elite. Bandingkan dengan Messi yang bakal datang Desember 2025 untuk tur GOAT di Kolkata, Ahmedabad, Mumbai, Delhi. Itu bayar tinggi, tapi Ronaldo pilih autentik: Main kompetitif, bukan show.
Bagi Ronaldo, ini langkah cerdas menuju World Cup 2026. Ia tolak tawaran Club World Cup 2025 demi istirahat panjang, bilang: “Musim depan bakal brutal, saya butuh persiapan matang.” Di Al-Nassr, ia perpanjang kontrak Juni 2025, tolak klub Eropa seperti PSG karena alasan finansial dan adaptasi. India? Belum saatnya—mungkin nanti di level nasional, tapi prioritasnya tetap kompetisi tinggi. Fans India tetap setia: Jutaan like di medsos, petisi kunjungan. Ini bukti pengaruh Ronaldo lintas benua, meski kali ini, India harus tunggu giliran.
Kesimpulan
Cristiano Ronaldo tak “enggan” main di India; ia cuma pilih bijak di fase akhir karirnya. Dari manajemen beban hingga klausul kontrak, absennya di Goa 22 Oktober 2025 adalah soal prioritas—World Cup 2026 dan trofi domestik lebih utama daripada perjalanan jauh. Bagi sepak bola India, ini pelajaran: Terus bangun ISL biar bintang seperti Ronaldo tergoda datang. Tapi bagi CR7, cerita ini tambah babak: Legenda yang tak kenal kompromi. Fans India, sabar—mungkin suatu hari Ronaldo bakal raup applaus di Wankhede atau Salt Lake.

