Teknik Dasar Archery untuk Meningkatkan Akurasi Tembak. Pada 14 November 2025, saat Indonesia bersiap wakili negara di ajang panahan SEA Games Thailand, perhatian tertuju pada teknik dasar yang jadi fondasi sukses atlet nasional. Di tengah kompetisi yang semakin ketat, akurasi tembak bukan lagi soal keberuntungan, tapi penguasaan dasar yang teliti. Atlet seperti Diananda Choirunisa, yang baru raih perak di World Archery Youth Championships Oktober lalu, tunjukkan bagaimana stance stabil dan release halus ubah tembakan biasa jadi pukulan tepat sasaran. Bagi pemula atau atlet junior, mengasah teknik ini pelan-pelan bisa tingkatkan hit rate hingga 20% dalam latihan rutin. Artikel ini bahas teknik dasar archery yang praktis, bantu Anda tingkatkan akurasi tanpa ribet, langsung aplikasikan di lapangan terdekat. BERITA TERKINI
Stance dan Postur: Fondasi Stabil untuk Tembakan Konsisten: Teknik Dasar Archery untuk Meningkatkan Akurasi Tembak
Semua dimulai dari kaki. Stance yang benar seperti akar pohon: lebar bahu, kaki sejajar dengan target, berat badan merata di bola kaki. Bayangkan Anda berdiri di atas rel kereta—satu kaki maju sedikit ke arah target, tumit belakang menyentuh tanah, sementara kaki depan sejajar jari kaki. Ini cegah goyangan saat tarik busur, yang sering bikin panah melenceng 5-10 cm di jarak 30 meter.
Postur tubuh lanjutkan alur itu. Punggung lurus, bahu rileks, dada terbuka tanpa tegang. Kesalahan umum pemula: membungkuk atau miringkan pinggul, yang ganggu keseimbangan. Latih dengan latihan sederhana: berdiri di depan cermin, pegang busur kosong, tarik string imajiner 10 kali sehari. Atlet elit seperti Brady Ellison dari tim AS, yang raih emas Olimpiade 2024, tekankan stance ini sebagai “rumah kedua” di lapangan. Hasilnya? Akurasi naik karena tubuh tak lagi lawan gravitasi, tapi ikut alur panah. Di Indonesia, klub panahan Jakarta catat, peserta workshop yang kuasai stance ini capai 80% hit di target 18 meter setelah dua minggu.
Nocking, Drawing, dan Anchor Point: Sinkronisasi Gerak Halus: Teknik Dasar Archery untuk Meningkatkan Akurasi Tembak
Setelah stance, masuk ke ritual persiapan. Nocking panah: letakkan notch panah pas di string, pastikan index vane ke luar agar tak gesek sight. Ini kecil, tapi salah posisi bisa deviasi 2 derajat—cukup bikin miss di kompetisi. Pegang busur dengan tangan “mata uang”: jari telunjuk dan jempol ringan, biar busur “istirahat” di telapak tanpa remas.
Drawing jadi seni tarik napas. Tarik string pelan dengan otot punggung, bukan lengan, sampai full draw—panah sejajar bibir bawah atau dagu. Anchor point krusial: titik sentuh string konsisten di pipi atau rahang, mata dominan lurus ke pin target. Variasi anchor tergantung gaya: recurve pakai Mediterranean grip, compound lebih longgar. Latih dengan blind bale—tembak tanpa mata ke target—untuk rasakan ritme. Data dari Archery GB tunjukkan, archer yang rutin drill drawing ini kurangi tremor 30%, tingkatkan akurasi di angin kencang.
Di SEA Games 2025, atlet Indonesia seperti Arif Dwi Pangestu terapkan anchor stabil ini, sumbang skor 680 dari 720 di kualifikasi simulasi. Pemula bisa mulai dengan jarak 10 meter, catat variasi anchor di jurnal, sesuaikan sampai tembakan “merasa benar”. Ini bukan hafalan, tapi insting yang tumbuh lewat repetisi.
Aiming, Release, dan Follow-Through: Lepas dengan Tenang untuk Akurasi Maksimal
Aiming seperti mata elang: gunakan sight pin di tengah bullseye, tapi jangan paksa—biar gap alami antara pin dan target. Teknik string walking untuk recurve bantu sesuaikan jarak tanpa ganti sight. Release yang bersih: lepas string dengan rileks otot jari, hindari punch atau freeze yang bikin jerk. Bayangkan string “mencium” jari, lalu biarkan pergi—ini kurangi torque hingga 15 derajat.
Follow-through penutup sempurna: tahan pose full draw 3 detik setelah lepas, mata tetap ke target, busur tak goyang. Ini kunci konsistensi; archer pro seperti Deepika Kumari dari India bilang, follow-through bagai “napas terakhir” yang simpan energi tembakan. Latihan: rekam video tembakan, analisis sudut siku—jika naik, akurasi turun. Di klub panahan Bandung, program mingguan ini bantu junior capai 90% hit di 50 meter setelah sebulan.
Hubungkan semuanya: aiming tajam tanpa stance kuat sia-sia. Di World Cup Archery November 2025 di Paris, tim Korea dominasi berkat sinkronisasi ini, skor rata 700+. Bagi kita, mulai dari dasar ini cukup ubah hobi jadi prestasi.
Kesimpulan
Teknik dasar archery—stance stabil, drawing sinkron, hingga release tenang—bukan rumus rumit, tapi kunci tingkatkan akurasi tembak secara bertahap. Seperti atlet SEA Games 2025 yang siap tempur, Anda pun bisa rasakan perubahan dengan latihan rutin 20 menit harian. Jangan buru-buru; pelan tapi teliti, akurasi akan datang alami. Ini bukan hanya soal panah tepat sasaran, tapi bangun disiplin yang bermanfaat di luar lapangan. Ambil busur, coba stance hari ini—siapa tahu, langkah pertama ini bawa Anda ke podium nasional. Panahan menanti, akurasi di tangan Anda.

